Selasa, 13 Januari 2015

ASAH KEPEDULIAN SOSIAL


Kepedulian sosial adalah minat atau ketertarikan kita untuk membantu orang lain. Lingkungan terdekat kita yang berpengaruh besar dalam menentukan tingkat kepedulian sosial kita.
Lingkungan yang aku maksud di sini adalah keluarga, teman-teman kita, dan lingkungan tempat kita tumbuh besar. Karena merekalah kita mendapat nilai-nilai tentang kepedulian sosial. Nilai-nilai yang tertanam itulah yang nanti akan menjadi suara hati kita untuk selalu membantu dan menjaga sesama.
Tapi, menurutku, lingkungan yang sangat berpengaruh adalah keluarga, karena di sanalah kita besar dan orang-orang yang paling sering kita temui selama hidup.
Dan waktu kecil keluarga jugalah yang sering melarang kita, nantinya akan jai nilai kepedulian sosial itu. Larangan-larangan seperti “Jangan buang sampah sembarangan! Jangan suka bertengdkar!” itu adalah nilai yang akan tertanam di diri kita tentang arti kepedulian sosial.edulian sosialnya kurang terasah. Itu bisa terjadi karena lingkungan terdekatnya kurang menanamka
Ada juga orang-orang yang nilai kepn hal itu. Misalnya, orang itu dari kecil terbiasa melihat Ayahnya buang sampah sembarangan, jadi dia berfikir “buang sampah sembarangan itu tidaklah salah”.
Oleh karena itu kita jangan sembarangan bertindak di hadapan anak kecil, karena mereka akan menyerap semua tindakan yang telihat oleh mereka yang nantinya mereka akan berfikir kalau bertindak seperti yang dicontohkan adalah baik padahal belum tentu yang memberi contoh sudah melakukan tindakan yang benar.
Agar kita tidak menjadi orang yang mati rasa dengan kepedulian sosia, kita harus rajin mengasah kepedulian sosial kita. Caranya bisa dengan rajin mengikuti acara bakti sosial.
Satu yang harus dicatat adalah definisi kasihan. Terkadang kita sering kali mengatakan bahwa kasihan itu adalah salah bentuk dari kepedulian sosial.
Menurutku, pemikiran itu adalah salah karena kepedulian sosial itu bukan hanya sebatas pemikiran atau perasaan, kepedulian sosial itu adalah sebuah tindakan.
Jadi apabila kita melihat orang-orang korban bencana di televisi dan kita hanya bisa kasihan, itu adalah percuma karena papabila kita peduli maka kita harus bertindak.
Karena sesungguhnya peduli itu tidak hanya tahu tenang sesuatu yang salah atau benar, tapi ada kemauan melakukan gerakan sekecil apapun. 

Sumber : https://galuhwardhani.wordpress.com/2010/05/01/asah-kepedulian-sosial/

Pengertian Inovasi Pendidikan

Asal kata inovasi berasal dari bahasa latin “innovation” yang artinya pembaharuan atau perubahan. Inovasi merupakan suatu perubahan baru untuk menuju ke arah perbaikan yang berbeda dengan sebelumnya dan dilakukan secara sengaja, terencana (bukan suatu kebetulan).

Inovasi pendidikan menurut Ibrahim (1988) adalah inovasi yang berfungsi untuk memecahkan masalah atau inovasi pada bidang pendidikan. Kesimpulannya, inovasi pendidikan adalah suatu gagasan atau ide, metode, barang yang dirasa oleh seseorang atau masyarakat (kelompok orang) sebagai hal yang baru, baik itu berupa hasil penemuan baru (inverse) atau baru ditemukan orang (discovery) yang dipakai dalam mencapai tujuan pendidikan dan memecahkan permasalahan pendidikan.

Saat ini pendidikan telah
banyak mengalami perubahan. Pendidikan saat ini sudah mengintegrasikan teknologi dengan praktik pembelajaran yang sangat inovatif. Menurut para peneliti dan pemangku kepentingan pendidikan, perubahan ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan para siswa serta pembelajar.

Perubahan pendidikan bertujuan untuk membekali siswa dengan kualitas pendidikan yang baik agar mereka mampu beradaptasi dengan situasi ekonomi global. Seiring berjalannya waktu dunia kerja juga mengalami perkembangan dan perubahan. Sistem perekrutan tenaga kerja semakin ketat dengan 
membatasi tingkat pendidikan dan mencari individu yang berkualitas serta memiliki kompetensi.
Tidak hanya dalam bidang teknologi saja inovasi (pembaharuan) itu diperlukan, namun segala bidang juga memerlukan inovasi, seperti bidang pendidikan. Penerapan inovasi pendidikan terjadi pada segala jenjang pendidikan dan segala komponen sistem pendidikan.

Sebagai seorang pendidik, wajib mengetahui dan mampu menerapkan inovasi-inovasi untuk mengembangkan proses pembelajaran agar lebih kondusif supaya hasil yang diperoleh dapat maksimal. Output sangat berpengaruh terhadap kemajuan lembaga pendidikan, sehingga pengakuan yang nyata akan muncul dari orang tua, masyarakat dan juga siswa. 

Sumber : http://seputarpendidikan003.blogspot.com/2013/05/pengertian-inovasi-pendidikan.html

Mengembangkan kreativitas siswa dalam belajar

Salah satu proses pembelajaran yang harus dikembangkan oleh guru-guru dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), adalah mengembangkan kreativitas siswa secara optimal.Bahwa pengembangan kreativitas siswa sangat penting terlihat dari bergesernya peran guru. Dahulu, guru sering mendominasi kelas, tetapi kini guru harus lebih banyak memberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan lebih aktif dan kreatif dalam suasana belajar yang menyenangkan. Membangun pemahaman yang baik kepada para siswa akan sulit, jika isik dan psikis mereka dalam keadaan tertekan. Kreativitas siswa dapat tumbuh dan berkembang dengan baik apabila lingkungan keluarga, masyarakat, maupun lingkungan sekolah, turut menunjang mereka dalam mengekspresikan kreativitas mereka.

Hampir dapat dipastikan bahwa semua materi pelajaran yang disampaikan kepada siswa, mulai dari taman kanak-kanak hingga jenjang pendidikan tinggi, menuntut kreativitas para siswa. Kreativitas tidak hanya pelajaran kesenian (seni rupa, seni musik, seni pahat), tetapi dituntut dalam pelajaran lain. Roger B. Yepsen Jr. (1996) mengatakan bahwa kreativitas merupakan kapasitas untuk membuat hal yang baru. Menurut Mihaly Csikszentmihalyi (1996) orang yang kreatif adalah orang yang berpikir atau bertindak untuk mengubah suatu ranah atau menetapkan suatu ranah baru.
Berdasarkan pendapat di atas, kemampuan memunculkan dan mengembangkan gagasan dan ide-ide baru menuntut kreativitas dan partisipasi siswa secara aktif.Hasil studi Jordan E. Ayan (1997) menggambarkan bahwa semasa bayi, tingkat kreativitas, umumnya, masih tinggi. Kemudian, berkurang dan memudar justru pada saat anak-anak mulai bersekolah. Menurutnya, pembatasan keterampilan berpikir secara kreatif disebabkan oleh dua hal. Pertama, anak-anak yang duduk berderet dalam jumlah dua puluh hingga tiga puluhan (bahkan empat puluhan). Kedua, anak-anak diharuskan tunduk serta patuh pada peraturan dan prosedur yang kaku. Pada saat anak-anak memasuki jenjang pendidikan selanjutnya, kemungkinan mereka untuk mengembangkan kreativitas mereka semakin sempit. Bahkan, kreativitas mereka boleh dikatakan“terpasung”. Oleh karena itu, jangan heran jika setelah menyelesaikan sekolah, mereka sukar beradaptasi dengan dunia pekerjaan atau lingkungan di sekitar mereka karena miskin kreativitas. Tidak bisa disangkal bahwa kehidupan di era globalisasi sekarang ini telah menyeret para siswa dan anak-anak kita, umumnya yang hidup di perkotaan, oleh pemanjaan berbagai kebutuhan hidup yang serba instan. Jika hal ini tidak disikapi dan diantisipasi sedini mungkin, tidak menutup kemungkinan akan menjadikan salah satu penyebab terhambatnya perkembangan kreativitas mereka. Di lingkungan sekolah, perlu diupayakan iklim belajar yang menunjang kreativitas siswa. Untuk itu, guru-guru perlu memperhatikan beberapa hal.
Bersikap terbuka terhadap minat dan gagasan apapun yang muncul dari siswa. Bersikap terbuka bukan berarti selalu menerima, tetapi menghargai gagasan tersebut.
Memberi waktu dan kesempatan yang luas untuk memikirkan dan mengembangkan gagasan tersebut.
Memberi sebanyak mungkin kesempatan kepada siswa untuk berperan serta dalam
mengambil keputusan.
Menciptakan suasana hangat dan rasa aman bagi tumbuhnya kebebasan berpikir eksploratif (menyelidiki).
Menciptakan suasana saling menghargai dan saling menerima, baik antarsiswa ataupun antara guru dan siswa.
Bersikaplah positif terhadap kegagalan siswa dan bantulah mereka untuk bangkit dari kegagalan tersebut.

Sumber : https://mankualaenok.wordpress.com/2009/11/29/mengembangkan-kreativitas-siswa-dalam-belajar/

Prestasi Belajar Siswa

Setiap orang tua pasti menginginkan anak mereka berprestasi di sekolah. Kegagalan atau keberhasilan siswa dalam belajar bisa dilihat dari prestasi belajar siswa yang dicapai. Prestasi adalah hasil yang dicapai seseorang baik berupa kuantitas maupun kualitas karena telah melakukan kegiatan belajar. 

Seseorang yang sudah melakukan kegiatan belajar akan terlihat mengalami perubahan, baik dalam bidang pengetahuan, ketrampilan, nilai, pemahaman serta sikap. Prestasi belajar siswa bisa dilihat dari keseluruhan penyelenggaraan pengajaran itu sendiri, bahkan terdapat sebuah hubungan timbal balik antara penilaian pengajaran. Beberapa faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa, diantaranya faktor ketekunan, motivasi belajar, kesanggupan, dan kesiapan siswa dalam memahami pelajaran yang akan diberikan.

Membicarakan tentang prestasi belajar pasti tidak bisa lepas dari bahasan mengenai proses belajar mengajar itu sendiri. Proses belajar mengajar akan memperoleh suatu hasil yang
umumnya disebut dengan hasil pengajaran atau hasil belajar. Untuk mendapat hasil yang optimal dari proses belajar mengajar maka harus dilakukan secara sadar dan terorganisir dengan baik.

Di dalam proses belajar mengajar, seorang guru berperan sebagai pengajar dan siswa adalah subjek belajar, dituntut untuk mempunyai profil dan kualifikasi tertentu yaitu kemampuan, pengetahuan, sikap dan tata nilai serta sifat pribadi. Proses belajar akan lebih baik apabila subyek yang belajar mengalami atau melakukannya jadi tidak mempunyai sifat verbalistik. Dengan belajar maka siswa bisa mewujudkan cita-cita yang diinginkan.

Belajar bisa menghasilkan suatu perubahan dalam diri seseorang. Penilaian bertujuan untuk mengetahui sampai sejauh mana telah terjadi perubahan. Bagi seorang siswa yang mengikuti pendidikan maka akan selalu diadakan penilaian akan hasil belajar yang dilakukan. Penilaian akan hasil belajar seorang siswa bertujuan untuk mengetahui sejauh mana mereka sudah mencapai sasaran belajar, dan inilah yang disebut dengan prestasi belajar siswa.

Prestasi belajar ini merupakan suatu indikator kualitas pengetahuan yang sudah dikuasai oleh murid. Prestasi belajar seorang siswa adalah hasil dari sistem pendidikan sehingga tingkat keberhasilanya ditentukan oleh elemen dalam sistem belajar itu sendiri. Sekolah merupakan salah satu sistem pendidikan formal yang membentuk siswa agar bisa meningkatkan prestasi belajar mereka.

Sumber : http://seputarpendidikan003.blogspot.com/2013/07/prestasi-belajar-siswa.html

Kenakalan Remaja siswa SMA

 Kenakalan remaja di era modern ini sudah melebihi batas yang sewajarnya. Banyak anak dibawah umur yang sudah mengenal Rokok, Narkoba, Freesex, dan terlibat banyak tindakan kriminal lainnya. Fakta ini sudah tidak dapat diungkuri lagi, anda dapat melihat brutalnya remaja jaman sekarang. Dan saya pun pernah melihat dengan mata kepala saya sendiri ketika beberapa anak remaja wanita meminum minuman keras dan sambil mengisap sebatang rokok baru baru ini.
Faktor-Faktor kenakalan remaja dapat terjadi sebagai berikut:
- kurangnya kasih sayang orang tua.
- kurangnya pengawasan dari orang tua.
- pergaulan dengan teman yang tidak sebaya.
- peran dari perkembangan iptek yang berdampak negatif.
- tidak adanya bimbingan kepribadian dari sekolah.
- dasar-dasar agama yang kurang
- tidak adanya media penyalur bakat dan hobinya
- kebebasan yang berlebihan
- masalah yang dipendam

beberapa remaja mengatakan "merdeka atau mati" yang maksudnya Jika orang tua tak mau memberikan kemerdekaan atau kebebasan maka mereka lebih memilih mati atau bunuh diri.
sedangkan menurut saya semboyan "merdeka atau mati" dalam pergaulan remaja itu adalah "Merdeka = mati". yang artinya, jika mereka terlalu bebas bergaul maka akan sama seperti membunuh diri secara perlahan dengan mengkonsumsi barang barang terlarang dll.

Berikut beberapa tips untuk mengatasi dan mencegah kenakalan remaja, yaitu: 
- Perlunya kasih sayang dan perhatian dari orang tua dalam hal apapun.
- Adanya pengawasan dari orang tua yang tidak mengekang. 
  contohnya: kita boleh saja membiarkan dia melakukan apa saja yang masih sewajarnya,
  dan apabila menurut pengawasan kita dia telah melewati batas yang sewajarnya, kita
  sebagai orangtua perlu memberitahu dia dampak dan akibat yang harus ditanggungnya bila
  dia terus melakukan hal yang sudah melewati batas tersebut.
- Biarkanlah dia bergaul dengan teman yang sebaya, yang hanya beda umur 2 atau 3 tahun
  baik lebih tua darinya. Karena apabila kita membiarkan dia bergaul dengan teman main 
  yang sangat tidak sebaya dengannya, yang gaya hidupnya sudah pasti berbeda, maka dia
  pun bisa terbawa gaya hidup yang mungkin seharusnya belum perlu dia jalani.
- Pengawasan yang perlu dan intensif terhadap media komunikasi seperti tv, internet, radio,
  handphone, dll.
- Perlunya bimbingan kepribadian di sekolah, karena disanalah tempat anak lebih banyak
  menghabiskan waktunya selain di rumah.
- Perlunya pembelanjaran agama yang dilakukan sejak dini, seperti beribadah dan
  mengunjungi tempat ibadah sesuai dengan iman kepercayaannya.
- Kita perlu mendukung hobi yang dia inginkan selama itu masih positif untuk dia. Jangan
  pernah kita mencegah hobinya maupun kesempatan dia mengembangkan bakat yang dia
  sukai selama bersifat Positif. Karena dengan melarangnya dapat menggangu kepribadian
  dan kepercayaan dirinya.
- Anda sebagai orang tua harus menjadi tempat curhat yang nyaman untuk anak anda,
  sehingga anda dapat membimbing dia ketika ia sedang menghadapi masalah.

Kamis, 08 Januari 2015

Rabu, 07 Januari 2015

KEGIATAN SISWA SMA NEGERI 106 JAKARTA